ituCapsa Agen Ceme Online Capsa Domino99 Poker Indonesia

SiniCapsa Agen Judi Poker Domino99 Capsa Susun Ceme Live Poker Samgong Terpercaya Indonesia

IndukBola88 Agen Judi Bole Casino Togel Tangkas Poker Sabung Ayam Terpercaya Indonesia

Welcome, Guest
You have to register before you can post on our site.

Username
  

Password
  





Search Forums

(Advanced Search)

Forum Statistics
» Members: 61
» Latest member: bagas87
» Forum threads: 485
» Forum posts: 8,959

Full Statistics

Online Users
There are currently 6 online users.
» 2 Member(s) | 4 Guest(s)
agensports98, pokersaga

Latest Threads
Agen Togel Online Aman da...
Forum: Agen Togel
Last Post: agensports98
1 minute ago
» Replies: 587
» Views: 6,415
EXTRA BONUS DP di Agenspo...
Forum: Agen Bola
Last Post: agensports98
1 minute ago
» Replies: 591
» Views: 6,433
SAGAPOKER : Agen Poker da...
Forum: Agen Poker
Last Post: pokersaga
7 minutes ago
» Replies: 365
» Views: 4,097
AGENLIVE4D AGEN TOGEL TER...
Forum: Agen Togel
Last Post: aglv123
50 minutes ago
» Replies: 546
» Views: 7,561
Agen Taruhan Judi Bola Te...
Forum: Agen Poker
Last Post: meldaong
1 hour ago
» Replies: 80
» Views: 1,112
Agen Taruhan Judi Bola Te...
Forum: Agen Bola
Last Post: meldaong
1 hour ago
» Replies: 80
» Views: 1,347
B-O-L-A-V-I-T-A Bandar Ju...
Forum: Agen Casino
Last Post: susuultra
1 hour ago
» Replies: 77
» Views: 1,156
Kontes SEO Klikbandar88 |...
Forum: Kontes SEO
Last Post: seoklikbandar88
1 hour ago
» Replies: 24
» Views: 59
Kontes SEO Klikbandar88 |...
Forum: Agen Poker
Last Post: seoklikbandar88
1 hour ago
» Replies: 24
» Views: 172
B-O-L-A-V-I-T-A Bandar Ju...
Forum: Agen Bola
Last Post: susuultra
1 hour ago
» Replies: 76
» Views: 1,333

 
  Aku Malah Kecanduan Diperkosa Dan Dientot Pak Toyo Ayah Tiriku
Posted by: ceritabecek - 07-18-2018, 06:33 AM - Forum: Cerita Dewasa - No Replies

Aku Malah Kecanduan Diperkosa Dan Dientot Pak Toyo Ayah Tiriku - Cerita Becek.

[Image: Aku-Malah-Kecanduan-Diperkosa-Dan-Diento...Tiriku.jpg]

Ayahku sudah sekitar 3 tahun meninggal dunia, meninggalkan ibu dan anak-anak, aku dan adikku Charles yang masih kecil. Kini Charles sudah duduk di kelas 6 SD sedang aku sudah tamat SMU, mulai kuliah di Akademi Pariwisata dan Perhotelan. Meski mendapat dana pensiun tetapi amat kecil jumlahnya.

Maklum, ayahku hanya pegawai kecil di Pemda KMS. Untuk menyambung hidup dan membiayai sekolahku dan Charles, ibuku terpaksa membuka toko jamu di samping rumah. Lumayan, sebab selain jualan jamu ibu juga menjual rokok, permen, alat-alat tulis, pakaian anak-anak dan sebagainya. Tentu saja, aku membantu ibu dengan sekuat tenaga. Siapa lagi yang bisa membantu beliau selain aku?

Charles masih terlalu kecil untuk bisa membantu dan mengerti tentang kesulitan hidup. Meski usia ibu sudah berkepala empat tetapi masih cantik dan bentuk tubuhnya masih bahenol dan menarik. Maklum ibu memang suka memelihara tubuhnya dengan jamu Jawa. Selain itu, sejak muda ibu memang cantik. Ibuku blasteran, ayahnya Belanda dan ibunya Sunda. Ayahku sendiri dari suku Ambon tetapi kelahiran Banyumas. Ia lebih Jawa ketimbang Ambon, meski namanya Ambon. Selama hidup sampai meninggal ayah bahkan belum pernah melihat Ambon.

Ayah meninggal karena kecelakaan bus ketika bertugas di Jakarta. Bus yang ditumpanginya ngebut dan nabrak truk tangki yang memuat bahan bakar bensin. Truk dan bus sama-sama terbakar dan tak ada seorang penumpangpun yang selamat termasuk ayahku.

Sejak itu, ibuku menjanda sampai tiga tahun lamanya. Baru setahun yang lalu diam-diam ibu pacaran dengan duda tanpa anak, teman sekantor ayahku dulu. Namanya Sutoyo, usianya sama dengan ibuku, 42 tahun. Sebenarnya aku sudah curiga, sebab Pak Toyo (aku memanggil-nya “Pak” karena teman ayahku) yang rumahnya jauh sering datang minum jamu dan ngobrol dengan ibuku. Lama-lama mereka jadi akrab dan lebih banyak ngobrolnya daripada minum jamu. Kecurigaanku terbukti ketika pada suatu hari, ibu memanggilku dan diajaknya bicara secara khusus.
“Begini Cyn,” kata ibu waktu itu.
“Ayahmu kan sudah tiga tahun meninggalkan kita, sehingga ibu sudah cukup lama menjanda.”

Aku langsung bisa menebak apa yang akan dikatakan ibu selanjutnya. Aku sudah cukup dewasa untuk mengetahui betapa sepinya ibu ditinggal ayah. Ibu masih muda dan cantik, tentunya ia butuh seseorang untuk mendampinginya, melanjutkan kehidupan. Aku sadar sebab aku juga wanita meski belum pernah menikah.

“Ibu tak bisa terus menerus hidup sendiri. Ibu butuh seseorang untuk mendampingi ibu dan merawat kalian berdua, kamu dan adikmu masih butuh perlindungan, masih butuh kasih sayang dan tentu saja butuh biaya untuk melanjutkan studi. Demi kalian ibu sudi menikah kembali dengan Pak Toyo dengan harapan masa depan kalian lebih terjamin. Kamu mengerti?” begitu kata ibu.
“Ibu mau menikah dengan Pak Toyo?” aku langsung saja memotongnya.
“Tidak apa-apa kok Bu, Pak Toyo kan orang baik, duda lagi. Apalagi dia kan bekas teman ayah dulu.”
“Rupanya kamu sudah cukup dewasa untuk bisa membaca segala sesuatu yang terjadi di sekelilingmu, Cyn,” ibu tersenyum. “Kamu benar-benar mirip ayahmu.”

Tak berapa lama kemudian ibu menikah dengan Pak Toyo dengan sangat sederhana dan hanya dihadiri oleh kerabat dekat. Sesudah itu, ibu diboyong ke rumah Pak Toyo, dan rumah kami, kios dan segala isinya menjadi tanggung jawabku. Ibu datang pagi hari setelah kios aku buka dan pulang sore hari dijemput Pak Toyo sepulangnya dari kantor.

Kehidupan kami bahagia dan biasa-biasa saja sampai pada suatu hari, sekitar empat bulan setelah ibu menikah, suatu tragedi di rumah tangga terjadi tanpa setahu ibuku. Aku memang sengaja diam dan tidak membicarakan peristiwa itu kepada ibuku, aku tidak ingin melukai perasaannya. Aku terlalu sayang pada ibu dan biarlah kutanggung sendiri.

Kejadian itu bermula ketika aku sedang berada di rumah ibuku (rumah Pak Toyo) mengambil beberapa barang dagangan atas suruhan ibu. Hal tersebut biasa kulakukan apabila aku sedang tidak kuliah. Bahkan aku juga sering tidur di rumah ibuku bersama adik. Tak jarang sehari penuh aku berada di rumah ibu saat ibu berada di rumah kami menjaga kios jamu.

Kadangkala aku memang butuh ketenangan belajar ketika sedang menghadapi ujian semester. Rumah ibu sepi di siang hari sebab Pak Toyo bekerja dan ibu menjaga kios, sementara di rumah itu tidak ada pembantu. Siang itu ibu menyuruhku mengambil beberapa barang di rumah Pak Toyo karena persediaan di kios habis. Ibu memberiku kunci agar aku bisa masuk rumah dengan leluasa. Tetapi ketika aku datang ternyata rumah tidak dikunci sebab Pak Toyo ada di rumah. Aku sedikit heran, kenapa Pak Toyo pulang kantor begitu awal, apakah sakit?
“Lho, bapak kok sudah pulang?” tanyaku dengan sedikit heran. “Sakit ya pak?”
“Ah tidak,” jawab Pak Toyo. ”Ada beberapa surat ketinggalan. kamu sendiri kenapa kemari? Disuruh ibumu ya?”
“Iya Pak, ambil beberapa barang dagangan,” jawabku biasa-biasa saja. Seperti biasa aku terus saja nyelonong masuk ke ruang dalam untuk mengambil barang yang kuperlukan.

Tak kusangka, Pak Toyo mengikutiku dari belakang. Ketika aku sudah mengambil barang dan hendak berbalik, Pak Toyo berdiri begitu dekat dengan diriku sehingga hampir saja kami bertubrukan. Aku kaget dan lebih kaget lagi ketika tiba-tiba Pak Toyo memeluk pinggangku. Belum sempat aku protes, Pak Toyo sudah mencium bibirku, dengan lekatnya.

Barang dagangan terjatuh dari tanganku ketika aku berusaha mendorong tubuh Pak Toyo agar melepaskan tubuhku yang dipeluknya erat sekali. Tetapi ternyata Pak Toyo sudah kerasukan setan jahanam. Ia sama sekali tak menghiraukan doronganku dan bahkan semakin mempererat pelukannya. Aku tak berhasil melepaskan diri. Pak Toyo menekan tubuhku dengan tubuhnya yang besar dan berat. Aku mau berteriak tetapi tiba-tiba tangan kanan Pak Toyo menutup mulutku.
“Kalau kamu berteriak, semua tetangga akan berdatangan dan ibumu akan sangat malu,” katanya dengan suara serak.
Nafasnya terengah-engah menahan nafsu. “Berteriaklah agar kita semua malu!”

Aku jadi ketakutan dan tak berani berteriak. Rasa takut dan kasihan kepada ibu membuat aku luluh. Pikirku, bagaimana kalau sampai orang lain tahu apa yang sedang terjadi dan apa yang diperbuat suami ibuku terhadapku.

Belum lagi aku jernih berpikir, Pak Toyo menyeretku masuk ke kamar tidur dan mendorongku sampai jatuh telentang di tempat tidur. Dengan garangnya Pak Toyo menindih tubuhku dan menciumi wajahku. Sementara tangannya yang kanan tetap mendekap mulutku, tangan kirinya mengambil sesuatu dari dalam saku celananya. Benda kecil licin segera dipaksakan masuk ke dalam mulutku. Benda kecil yang ternyata kapsul lunak itu pecah di dalam mulut dan terpaksa tertelan. Setelah menelan kapsul itu mataku jadi berkunang-kunang, kepalaku jadi berat sekali dan anehnya, gairah seksku timbul secara tiba-tiba. Jantungku berdebar keras sekali dan aliran darahku terasa amat cepat. Entah bagaimana, aku pasrah saja dan bahkan begitu mendambakan sentuhan seorang lelaki. Gairah itu begitu memuncak dan menggebu-gebu itu datang secara tiba-tiba menyerang seluruh tubuhku.

Samar-samar kulihat wajah Pak Toyo menyeringai di atasku. Perlahan-lahan ia bangkit dan melepaskan seluruh pakaianku. Kemudian ia membuka pakaiannya sendiri. Aku tak bisa menolak. Diriku seperti terbang di awang-awang dan meski tahu apa yang sedang terjadi, tetapi sama sekali tak ada niat untuk melawan.

Begitu juga ketika Pak Toyo yang sudah tak berpakaian menindih tubuhku dan menggerayangi seluruh badanku, aku pasrah saja. Bahkan ketika aku merasakan suatu benda asing memasuki tubuhku, aku tak bisa berbuat apa-apa. Tak kuasa untuk menolak, karena aku merasakan kenikmatan luar biasa dari benda asing yang mulai menembus dan bergerak-gerak di dalam liang kewanitaanku. Kesadaranku entah berada dimana. Hanya saja aku tahu, apa yang sedang terjadi pada diriku, aku telah diperkosa Pak Toyo!

Ketika siuman, kudapati diriku telentang di ranjang Pak Toyo (yang juga ranjang ibuku) tanpa busana. Pakaianku berserakan di bawah ranjang. Sprei morat-marit dan kulihat bercak darah di sprel itu. Aku menangis, aku sudah tidak perawan lagi! Aku sudah kehi1angan apa yang paling bernilai dalam hidup seorang wanita. Aku merasa jijik dan kotor. Aku bangkit dan bagian bawah tubuhku terasa sakit sekali, nyeri! Tetapi aku tetap berusaha bangkit dan dengan tertatih-tatih berjalan ke kamar mandi. Kulihat jam dinding, Wah, sudah tiga jam aku berada di rumah itu. Aku harus segera pulang agar ibu tidak menunggu-nunggu. Aku segera mandi dan membersihkan diri serta berdandan dengan cepat.

Kuambil barang dagangan yang tercecer di lantai dan segera pulang. Pak Toyo sudah tidak kelihatan lagi, mungkin sudah kembali ke kantor. Kubiarkan ranjang morat-marit dan sprei berdarah itu tetap berada di sana. Aku tak peduli. Hatiku sungguh hancur lebur. Kebencianku kepada Pak Toyo begitu dalam. Pada suatu saat, aku akan membalasnya.
“Kok lama sekali?” tanya ibu ketika aku datang.
“Bannya kempes bu, nambal dulu,” jawabku sambil mencoba menutupi perubahan wajahku yang tentu saja pucat dan malu.

Kuletakkan barang dagangan di meja dan rasanya ingin sekali aku memeluk ibu dan memohon maaf serta menceritakan apa yang telah dilakukan suaminya kepadaku. Tetapi hati kecilku melarang. Aku tak ingin membuat ibu sedih dan kecewa. Aku tak ingin ibuku kehilangan kebahagiaan yang baru saja didapatnya. Aku tak kuasa membayangkan bagaimana hancurnya hati Ibu bila mengetahui apa yang telah dilakukan suaminya kepadaku. Biarlah untuk sementara kusimpan sendiri kepedihan hati ini.

Dengan alasan hendak ke rumah teman, aku mandi dan membersihkan diriku (lagi). Di kamar mandi aku menangis sendiri, menggosok seluruh tubuhku dengan sabun berkali-kali. Jijik rasanya aku terhadap tubuhku sendiri. Begitu keluar dan kamar mandi aku langsung dandan dan pamit untuk ke rumah teman. Padahal aku tidak ke rumah siapa-siapa. Aku larikan motorku keluar kota dan memarkirnya di tambak yang sepi. Aku duduk menyepi sendiri di sana sambil menguras air mataku.
“Ya Tuhan, ampunilah segala dosa-dosaku,” ratapku seorang diri.

Baru sore menjelang maghrib aku pulang. Ibu sudah dijemput Pak Toyo pulang ke rumahnya sehingga aku tak perlu bertemu dengan lelaki bejat itu. Kios masih buka dan adik yang menjaganya. Ketika aku pulang, aku yang menggantikan menjaga kios dan adik masuk untuk belajar.

Untuk beberapa hari lamanya aku sengaja tidak ingin bertemu Pak Toyo. Malu, benci dan takut bercampur aduk dalam hatiku. Aku sengaja menyibukkan diri di belakang apabila pagi-pagi Pak Toyo datang mengantar ibu ke kios. Sorenya aku sengaja pergi dengan berbagai alasan saat Pak Toyo menjemput ibu pulang.

Namun meski aku sudah berusaha untuk terus menghindar, peristiwa itu toh terulang lagi. Peristiwa kedua itu sengaja diciptakan Pak Toyo dengan akal liciknya. Ketika sore hari menjemput ibu, Pak Toyo mengatakan bahwa ia baru saja membeli sebuah sepeda kecil untuk adikku, Charles. Sepeda itu ada di rumah Pak Toyo dan adik harus mengambilnya sendiri.

Tentu saja adikku amat gembira dan ketika Pak Toyo menyarankan agar adik tidur di rumahnya, adik setuju dan bahkan ibu dengan senang hati mendorongnya. Bertiga mereka naik mobil dinas Pak Toyo pulang ke rumah mereka. Karena tidak ada orang lain di rumah, sebelum pukul sembilan kios sudah kututup.

Rupanya, setelah sampai di rumah dan menyerahkan sepeda kecil kepada adik, Pak Toyo beralasan harus kembali ke kantor karena ada pekerjaan yang harus diselesaikannya malam itu juga. Ibu tidak curiga dan sama sekali tidak mengira kalau kepergian suaminya sebenarnya tidak ke kantor, melainkan kembali ke kios untuk nemperkosaku.

Waktu itu sudah pukul sepuluh malam dan kios sudah lama aku tutup. Tiba-tiba saja Pak Toyo sudah ada di dalam rumah. Rupanya ia punya kunci milik ibu sehinga ia bisa bebas keluar masuk rumah kami. Aku amat kaget dan ingin mendampratnya, tetapi kembali dengan tenang dan wajah menyeringai, Pak Toyo mengancamku, “Ayo, berteriaklah agar semua tetangga datang dan tahu apa yang sudah aku lakukan terhadapmu!” ancamnya serius. “Ayo berteriaklah agar ibumu malu dan seluruh keluargamu tercoreng!” tambahnya dengan suara serak.

Sekali lagi aku terperangah. Mulutku sudah mau berteriak tetapi kata-kata Pak Toyo sangat mengusik hatiku. Perasaan takut akan terdengar tetangga, ketakutan nama ibuku akan menjadi tercoreng, kecemasan bahwa tetangga akan mengetahui peristiwa perkosaanku, aku hanya berdiri terpaku memandang wajah penuh nafsu yang siap menerkamku. Aku tak bisa berpikir jernih tagi. Hanya perasaan takut dan takut yang terus mendesak naluriku.

Sebelum aku mampu mengambil keputusan apa yang akan kulakukan, Pak Toyo sudah maju dan mendekap tubuhku. Sekali lagi aku ingin berteriak tetapi suaraku tersendat di tenggorokan. Entah bagaimana awalnya namun yang aku tahu lelaki itu sudah menindih tubuhku dengan tanpa busana. Yang jelas, malam itu aku terpaksa melayani nafsu suami ibuku yang menggebu-gebu.

Dengan ganas ayah tiriku itu memperlakukan aku seperti pelacur. Ia memperkosaku berkali-kali tanpa belas kasihan. Dengus nafasnya yang berat dan tubuhnya yang menindih tubuhku apalagi ketika ada sesuatu benda keras mulai masuk menyeruak membelah bagian sensitif dan paling terhormat bagi kewanitaanku membuat aku merintih kesakitan. Aku benar-benar dijadikannya pemuas nafsu yang benar-benar tak berdaya.

Pak Toyo kuat sekali. Ia memaksaku berbalik kesana kemari berganti posisi berkali-kali dan aku terpaksa menurut saja. Hampir dua jam Pak Toyo menjadikan tubuhku sebagai bulan-bulanan nafsu seksnya. Bukan main! Begitu ia akan selesai kulihat Pak Toyo mencabut batangnya dari kemaluanku dengan gerakan cepat ia mengocok-ngocokkan batangnya yang keras itu dengan sebelah tangannya dan dalam hitungan beberapa detik kulihat cairan putih kental menyemprot dengan banyak dan derasnya keluar dari batang kejantanannya, cairan putih kental itu dengan hangatnya menyemprot membasahi wajah dan tubuhku, ada rasa jijik di hatiku selain kurasakan amis dan asin yang kurasakan saat cairan itu meleleh menuju bibirku, setelah itu ia lunglai dan terkapar di samping tubuhku, tubuhku sendiri bagai hancur dan tak bertenaga.

Seluruh tubuhku terasa amat sakit, dan air mata bercucuran di pipiku. Namun terus terang saja, aku juga mencapai orgasme. Sesuatu yang belum pernah kualami sebelumnya. Entah apa yang membuat ada sedikit perasaan senang di dalam hatiku. Rasa puas dan kenikmatan yang sama sekali tak bisa aku pahami. Aku sendiri tidak tahu bagaimana bisa terjadi, tetapi kadangkala aku justru rindu dengan perlakuan Pak Toyo terhadapku itu. Aku sudah berusaha berkali-kali menepis perasaan itu, tetapi selalu saja muncul di benakku. Bahkan kadangkala aku menginginkan lagi dan lagi! Gila bukan?

Dan memang, ketika pada suatu sore ibu sedang pergi ke luar kota dan Pak Toyo mendatangiku lagi, aku tak menolaknya. Ketika ia sudah berada di atas tubuhku yang telanjang, aku justru menikmati dan mengimbanginya dengan penuh semangat. Rupanya apa yang dilakukan Pak Toyo terhadapku telah menjadi semacam candu yang membuatku menjadi kecanduan dan ketagihan. Aku kini mulai menikmati seluruh permainan dan gairah yang luar biasa yang tak bisa kuceritakan saat ini dengan kata-kata.

Pak Toyo begitu bergairah dan menikmati seluruh lekuk-lekuk tubuhku dengan liarnya, akupun mulai berani mencoba untuk merasakan bagian-bagian tubuh seorang lelaki, akupun kini mulai berani untuk balas mencumbui, membelai seluruh bagian tubuhnya dan mulai berani untuk menjamah batang kejantanan ayah tiriku ini, begitu keras, panjang dan hangat. Aku menikmati dengan sungguh-sungguh, Luar Biasa!

Pada akhir permainan Pak Toyo terlihat amat puas dan begitu juga aku. Namun karena malu, aku tak berkata apa-apa ketika Pak Toyo meninggalkan kamarku. Aku sengaja diam saja, agar tak menunjukkan bahwa aku juga puas dengan permainan itu. Bagaimanapun juga aku adalah seorang wanita yeng masih punya rasa malu. Akan tetapi, ketika Pak Toyo sudah pergi ada rasa sesal di dalam hati. Ada perasaan malu dan takut. Bagaimanapun Pak Toyo adalah suami ibuku. Pak Toyo telah menikahi ibuku secara sah sehingga ia menjadi ayah tiriku, pengganti ayah kandungku.

Adalah dosa besar melakukan hubungan tak senonoh antara anak dan ayah tiri. Haruskah kulanjutkan pertemuan dan hubungan penuh nafsu dan maksiat ini?

Di saat-saat sepi sendiri aku termenung dan memutuskan untuk menjauh dari Pak Toyo, serta tidak melakukan hubungan gelap itu lagi. Namun di saat-saat ada kesempatan dan Pak Toyo mendatangiku serta mengajak “bermain” aku tak pernah kuasa menolaknya. Bahkan kadangkala bila dua atau tiga hari saja Pak Toyo tidak datang menjengukku, aku merasa kangen dan ingin sekali merasakan jamahan-jamahan hangat darinya.

Perasaan itulah yang kemudian membuat aku semakin tersesat dan semakin tergila-gila oleh “permainan” Pak Toyo yang luar biasa hebat. Dengan penuh kesadaran akhirnya aku menjadi wanita simpanan Pak Toyo di luar pengetahuan ibuku.

Sampai sekarang rahasia kami masih tertutup rapat dan pertemuan kami sudah tidak terjadi di rumah lagi, tetapi lebih banyak di losmen, hotel-hotel kecil dan di tempat-tempat peristirahatan. Yah, di sana aku dan Pak Toyo bisa bermain cinta dengan penuh rasa sensasi yang tinggi dan tidak kuatir akan kepergok oleh ibuku, kini aku dan ayah tiriku sudah seperti menjadi suami istri.

Untuk mencegah hal-hal yang sangat mungkin terjadi, dalam melakukan hubungan seks Pak Toyo selalu memakai kondom dan aku pun rajin minum jamu terlambat bulan. Semua itu tentu saja di luar sepengetahuan ibu. Aku memang puas dan bahagia dalam soal pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi sebenarnya jauh di dalam lubuk hati, aku sungguh terguncang. Bagaimana tidak? Aku telah merebut suami ibuku sendiri dan ‘memakannya’ secara bergantian.

Kadangkala aku juga merasa kasihan kepada ibu yang sangat mencintaiku. Kalau saja sampai ibu tahu hubungan gelapku dengan Pak Toyo, Ibu pasti akan sedih sekali. Hatinya bakal hancur dan jiwanya tercabik-cabik. Bagaimana mungkin anak yang amat disayanginya bisa tidur dengan suaminya? Sampai kapan aku akan menjalani hidup yang tak senonoh dan penuh dengan maksiat ini?

Entahlah, sekarang ini aku masih kuliah. Mungkin bila nanti sudah lulus dan jadi sarjana aku bisa keluar dari lingkungan rumah dan bekerja di kota lain. Saat ini mungkin aku belum punya kekuatan untuk pergi, tetapi suatu saat nanti aku pasti akan pergi jauh dan mencari lelaki yang benar-benar sesuai dan dapat kuandalkan sebagai suami yang baik, dan tentunya kuharapkan lebih perkasa dari yang kudapatkan dan kurasakan sekarang.

Mungkin dengan cara itu aku bisa melupakan Pak Toyo dan melupakan peristiwa-peristiwa yang sangat memalukan itu.

Sumber : Aku Malah Kecanduan Diperkosa Dan Dientot Pak Toyo Ayah Tiriku

Print this item

  Aku Ketagihan Ngentot Dengan Ayah Tiriku Karena Aku Mencintainya
Posted by: ceritabecek - 07-18-2018, 06:32 AM - Forum: Cerita Dewasa - No Replies

Aku Ketagihan Ngentot Dengan Ayah Tiriku Karena Aku Mencintainya - Cerita Becek.

[Image: Aku-Ketagihan-Ngentot-Dengan-Ayah-Tiriku...tainya.jpg]

Perkenalkan namaku Erika (nama samaran). Mamaku seorang suster kepala di sebuah rumah sakit ternama di kotaku, sejak aku kecil mama ditinggal oleh papaku. Papa asliku adalah seorang tentara yang tewas dalam tugas.

Sejak ditinggalkan papa, mama sering berganti-ganti pasangan, karena dirinya merindukan belain kasih sayang dari seorang pria. Tak jarang aku mendapati mama sedang bercinta di sofa di ruang tamu dengan pria yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Hal itu pulalah yang membuatku dewasa belum pada saatnya. Aku kehilangan keperawananku di usia 13 tahun karena aku jatuh cinta dengan seorang pemuda berusia 19 tahun yang bekerja di Mc Donald yang tak jauh dari tempat tinggalku.

Hubunganku dengan mama tetap sangat baik meskipun aku sudah rusak. Mama yang mengajarkan aku bagaimana aku harus menjaga tubuhku, bagaimana caranya memuaskan pria dan sampai bagaimana untuk mengindari kehamilan. Aku sangat mencintai mamaku. Dia adalah idolaku. Aku tahu bahwa semua yang dia lakukan demi aku, dan aku selalu berdoa agar mama mendapatkan cintanya yang abadi.

Suatu hari mama ajak aku untuk makan malam. Mamaku bilang kalau dia mendapat kunjungan. Aku pun senang, karena berharap kunjungan itu dari seorang pria. Dan tebakanku pun benar. Joe seorang dokter muda yang ganteng, tinggi tegap, berambut coklat tua dan tidak botak. Dia terhitung tampan dibanding dokter-dokter yang kukenal. Dia sangat ramah dan baik hati. Aku sangat menyukai Joe, demikian pula mamaku. Setengah tahun kemudian mereka pun menikah, dan aku masih ingat aliran air mata kebahagiaan mama. Di saat itu, aku merasa bahwa doaku terkabulkan.

Hidup kami berubah dengan kehadiran seorang pria di keluarga kami. Aku tidak perlu lagi mengganti lampu yang rusak, atau memperbaiki saluran air yang mampet. Bahkan tingkat ekonomi kami pun meningkat drastis. Kini kami tinggal di rumah Joe yang cukup besar dan mewah untuk kami. Bahkan di hari ultahku yang ke 18 dia membelikan sebuah mobil baru yang sebelumnya hanya ada di angan-anganku. Tidak hanya itu, tapi bertambah seringnya desahan-desahan nikmat yang setiap malam kudengar. Wajah mama sangat berseri-seri setiap pagi begitu juga Joe. Sampai terjadinya suatu peristiwa.

Aku masih ingat sekali peristiwa malam hari itu. Mama sedang pergi bersama teman-temannya selama akhir minggu. Joe hari itu mendapat undangan pesta bujang seorang temannya yang hendak menikah keesokan harinya. Aku sebagai remaja menikmati akhir minggu di diskotik hingga larut malam. Sepulang dari disko aku merasa lelah dan mabuk. Setiba di rumah, aku langsung berendam air hangat di bath tub, sambil menikmati musik di tengah remang-remang nyala lilin.

Tiba-tiba pintu kamar mandi dibuka dengan cepat dan masuk Joe. Dia langsung menuju ke keran air dan membasahi kepalanya. Joe tak sadar bahwa ada seorang gadis bugil yang tergeletak di sebelahnya. Setelah dia agak tenang, dia menegakkan kepalanya, dan dia menoleh ke arahku. Aku melihat adanya rasa kaget di matanya disamping rasa kagum. Dia hanya terdiam terpaku memandangku. Ketika dia mencoba untuk melangkah keluar aku pun memanggilnya.

Joe hanya diam sambil memunggungiku, kemudian dia pun kembali melangkah ke arahku dan duduk di tepi bath tub. Entah siapa yang memulai, tiba-tiba dia sudah bersamaku di bath tub. Kami saling mengusap, saling membelai, saling mencium dan saling menggoda. Aku sadar bahwa alkohol mampunyai peranan penting di sini, tapi aku merasakan sensasi yang belum pernah aku alami. Getaran dan perasaan melayang yang belum pernah aku alami bersama puluhan pria lainnya. Joe dengan lembut menciumi tengkukku sambil dia mengangkat rambutku yang basah. Aku sangat menikmati jilatan lidahnya sambil mendesah nikmat.

Joe berbisik, “Rika, kau sangat cantik. Tubuhmu mengagumkan hmm...”

Aku terdiam mendesah. Tanganku yang sudah terampil mencari mangsa. Langsung kubelai kontolnya yang sudah tegang. Aku pun berbalik menghadapnya dan langsung mulai menjilati dadanya yang bidang, lalu turun ke perut dan langsung ke tujuan utama. Aku jilat pelan-pelan, aku kulum ujungnya, bijinya dan kemudian aku memasukkan semua batang kontol ayah tiriku ke mulutku.

Mungkin ini yang disebut kenikmatan oleh pria, karena didikan mamaku aku mengerti apa yang selalu diinginkan oleh seorang pria. Lidahku menari-nari menjilati kontolnya. Saat itu aku hanya mendengar gerangan nikmat dari mulut Joe, sembari kubelai-belai pangkal pahanya. Tiba-tiba dia mencengkeram tanganku dan langsung mengangkatku ke atas dadanya. Bibirnya mencari bibirku, hingga akhirnya bibir kami bertautan, saling panggut dan saling gigit. Tangannya beraksi di meqiku, mencari titik lemah wanita, dan ohh... inilah yang dinamakan profesional.

Dia sebagai dokter mengenal setiap titik kelemahan seorang wanita. Dia meletakkan tubuhku di bagian pinggir bath tub dan mengangkat kedua pahaku ke arah bahunya. Dia mencari meqiku dengan mulutnya dan lidahnya. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Aku hanya merasakan ringan, melayang dan betapa tubuhku bergetar hebat. Merasakan bahwa tubuhku bergetar tidak ada hentinya, Joe pun berdiri, keluar dari bath tub mengambil handuk dan mengangkat tubuhku serta melilit tubuhku dengan handuk. Setelah itu, dia pun mengeringkan tubuhnya seadanya, dia mengangkat tubuhku menuju ke kamar tidurnya. Di ranjang dimana dia biasa bercinta dengan mamaku tubuhku diletakkan, dan handuk itu mulai dibuka pelan-pelan.

Dasar Joe yang penuh selera humor, dia masih sempat bercanda, ”Wuaahhh seperti membuka kado natal saja rasanya!” Aku pun sempat tertawa sebelum mulutku disumbat oleh mulutnya.

Dia meneruskan apa yang sudah dia mulai. Dia mulai menjilati buah dadaku. Setiap bagian tubuh yang sensitif dia jilati. Hingga dia sampai ke ujung kaki, dia menjilati setiap jari kakiku, telapak kakiku dan lalu membuka lebar selangkanganku. Dia maju ke depan pelan-pelan, agak merebahkan dirinya di dadaku, sambil mendengarkan nafasku yang terengah-engah. Tangannya membelai rambutku yang masih basah. Tiba-tiba sesuatu yang keras menusuk bagian meqiku, hanya ujungnya saja, dia melakukan dengan sangat lembut.

Sambil menjilati dan menggigiti putingku dia berhasil memasukkan seluruh kontolnya ke meqiku. Beberapa saat kemudian, dia agak berdiri dan mengangkat kedua kakiku ke arah wajahnya sambil terus memompa. Aku merasakan hanya kenikmatan, mungkin dari segi ukuran kontol dia tidak terlalu besar. Tapi bagiku ukuran tidak jadi soal, yang penting bagaimana cara dia untuk mempergunakannya. Joe sangat jago bercinta. Pada saat itu tidak banyak gaya yang kami coba. Karena kenikmatan yang kami peroleh lebih penting daripada eksperimen. Aku menikmati setiap detik yang kami lalui bersama.

Ada perasaan menyesal ketika semua itu berakhir, perasaan menyesal telah mengkhianati mama dan perasaan menyesal bahwa semua itu telah selesai. Ingin rasanya kami mulai dari awal lagi, menikmati setiap detik dan setiap sentuhan. Joe hanya diam memelukku, membiarkan kepalaku di dadanya dan sembari mengecup-ngecup keningku dengan lembut.

Oh mama, malu rasanya ketika aku bertemu mama. Mama yang selalu sayang kepadaku, yang selalu perhatian akan diriku. Tapi di sisi lain, aku merasa sangat cemburu bila melihat mama bermesra-mesraan dengan Joe, perasaan benci melihat mama yang memeluk Joe. Aku selalu menangis apabila aku mendengar desahan mama di saat mereka bercinta di malam hari, aku selalu membuang muka apabila Joe pulang dari kerja dan membawakan mama setangkai mawar.

Setelah kejadian malam itu, aku dan Joe selalu berusaha untuk mencari kesempatan untuk berduaan. Mama sering bertugas jaga malam, dan itu kesempatan kami untuk terus mengulanginya. Sering kami melakukannya di mobil, di gudang ataupun di teras belakang rumah. Sudah hampir 1,5 tahun kami saling sembunyi, tapi baru awal tahun lalu aku berani mengatakan cinta kepada Joe. Dia hanya merengek dan menangis. Dia tidak bisa melepaskan mama karena mama bagi Joe adalah sosok istri yang ideal. Sedangkan diriku membuat Joe merasa muda, bergairah dan bersemangat hidup kembali. Kami berdua tidak tahu apa yang harus kami lakukan. Haruskah kami bersandiwara seumur hidup? Atau haruskah kami merusak segala mimpi mama?

Sumber : Aku Ketagihan Ngentot Dengan Ayah Tiriku Karena Aku Mencintainya

Print this item

  Perawanku Hilang Tapi Aku Menikmati Acara Ngentot Threesome Ini
Posted by: ceritabecek - 07-18-2018, 06:30 AM - Forum: Cerita Dewasa - No Replies

Perawanku Hilang Tapi Aku Menikmati Acara Ngentot Threesome Ini - Cerita Becek.

[Image: Perawanku-Hilang-Tapi-Aku-Menikmati-Acar...me-Ini.jpg]

Ini kualami secara tidak sengaja, ketika aku menceritakan cerita seks ini, aku sudah menjadi maniak seks lesbian, dan kurasakan seks sejenis itu sungguh luar biasa nikmatnya. Hal ini membuatku ketagihan seks, meskipun awalnya aku merasa sangat tidak nyaman namun lama-kelamaan aku merasakan juga kenikmatan dalam berhubungan seks lesbian.

Akhirnya bisa kuceritakan cerita dewasa seks ini. Ok kenalin dulu ya, nama saya Dinda, sebenarnya itu bukan nama asli saya. Menurut orang, wajah saya cantik sekali. Mataku yang sayu sering membuat pria tergila-gila padaku. Saya sendiri tidak GR tapi saya merasa pria banyak yang ingin bersetubuh dengan saya. Saya senang saja karena pada dasarnya saya juga senang ML.

Saya dibesarkan di keluarga yang taat beragama. Dari SD hingga SMP saya disekolahkan di sebuah sekolah berlatar belakang agama. Sebenarnya dari kelas 6 SD, gairah seksual saya tinggi sekali tetapi saya selalu berhasil menekannya dengan membaca buku.

Selesai SMP tahun 1989, saya melanjutkan ke SMA negeri di kawasan bulungan, Jakarta Selatan.

Di hari pertama masuk SMA, saya sudah langsung akrab dengan teman-teman baru bernama Vera, Angki dan Nia. Mereka cantik, kaya dan pintar. Dari mereka bertiga, terus terang yang bertubuh paling indah adalah si Vera.

Tubuh saya cenderung biasa saja tetapi berbuah dada besar karena dulu saya gemuk, tetapi berkat diet ketat dan olah raga gila-gilaan, saya berhasil menurunkan berat badan tetapi payudaraku tetap saja besar.

Di suatu hari Sabtu, sepulang sekolah kami menginap ke rumah Vera di Pondok Indah. Rumah Vera besar sekali dan punya kolam renang. Di rumah Vera, kami ngerumpi segala macam hal sambil bermalas-malasan di sofa. Di sore hari, kami berempat ganti baju untuk berenang.

Di kamar Vera, dengan cueknya Vera, Angki dan Nia telanjang di depanku untuk ganti baju. Saya awalnya agak risih tetapi saya ikut-ikutan cuek. Saya melirik tubuh ketiga teman saya yang langsing. Kulirik selangkangan mereka dan bulu kemaluan mereka tercukur rapi bahkan Vera mencukur habis bulu kemaluannya.

Tiba-tiba si Nia berteriak ke arah saya.
“Gile, jembut Dinda lebat banget.”
Kontan Vera dan Angki menengok ke arah saya. Saya menjadi sedikit malu.
“Dicukur dong Dinda, enggak malu tuh sama celana dalam?” kata Angki.
“Gue belum pernah cukur jembut,” jawabku.
“Ini ada gunting dan shaver, cukur aja kalau mau,” kata Vera.

Saya menerima gunting dan shaver lalu mencukur jembutku di kamar mandi Vera. Angki dan Nia tidak menunggu lebih lama, mereka langsung menceburkan diri ke kolam renang sedangkan Vera menunggui saya. Setelah mencoba memendekkan jembut, Vera masuk ke kamar mandi dan melihat hasil saya.

“Kurang pendek, Dinda. Abisin aja,” kata Vera.
“Nggak berani, takut lecet,” jawabku.
“Sini gue bantuin,” kata Vera.

Vera lalu berjongkok di hadapanku. Saya sendiri posisinya duduk di kursi toilet. Vera membuka lebar kaki saya lalu mengoleskan shaving cream ke sekitar vagina. Ada sensasi getaran menyelubungi tubuhku saat jari Vera menyentuh vaginaku. Dengan cepat Vera menyapu shaver ke jembutku dan menggunduli semua rambut-rambut di daerah kelaminku.

Tak terasa dalam waktu 5 menit, Vera telah selesai dengan karyanya. Ia mengambil handuk kecil lalu dibasahi dengan air kemudian ia membersihkan sisa-sisa shaving cream dari selangkanganku.
“Bagus kan?” kata Vera.

Saya menengok ke bawah dan melihat vaginaku yang botak seperti bayi. OK juga kerjaannya. Vera lalu jongkok kembali di selangkanganku dan membersihkan sedikit selangkanganku.

“Dinda, elo masih perawan ya?” kata Vera.
“Iya, kok tau?”
“Vagina elo rapat banget,” kata Vera.

Sekali-kali jari Vera membuka bibir vagina saya. Nafasku mulai memburu menahan getaran dalam tubuhku. Ada apa ini? Tanya saya dalam hati. Vera melirik ke arahku lalu jarinya kembali memainkan vaginaku.
“Ooh, Vera, geli ah.”

Vera nyengir nakal tapi jarinya masih mengelus-elus vaginaku. Saya benar-benar menjadi gila rasanya menahan perasaan ini. Tak terasa saya menjambak rambut Vera dan Vera menjadi semakin agresif memainkan jarinya di vaginaku. Dan sekarang ia perlahan mulai menjilat vagina saya.
“Memek kamu wangi.”
“Jangan Vera,” pinta saya tetapi dalam hati ingin terus dijilat.

Vera menjilat vagina saya. Bibir vagina saya dibuka dan lidahnya menyapu seluruh vagina saya. Klitorisku dihisap dengan keras sehingga nafas saya tersentak-sentak. Saya memejamkan mata menikmati lidah Vera di vaginaku. Tak berapa lama saya merasakan lidah Vera mulai naik ke arah perut lalu ke dada. Hatiku berdebar-debar menantikan perbuatan Vera berikutnya.

Dengan lembut tangan Vera membuka BH-ku lalu tangan kanannya mulai meremas payudara kiriku sedangkan payudara kananku dikulum oleh Vera. Inikah yang namanya seks? Tanyaku dalam hati. 18 tahun saya mencoba membayangkan kenikmatan seks dan saya sama sekali tak membayangkan bahwa pengalaman pertamaku akan dengan seorang perempuan. Tetapi nikmatnya luar biasa. Vera mengulum puting payudaraku sementara tangan kanannya sudah kembali turun ke selangkanganku dan memainkan klitorisku. Saya menggeliat-geliat menikmati sensualitas dalam diriku. Tiba-tiba dari luar si Nia memanggil.

“Woi, lama amat di dalam. Mau berenang enggak?”

Vera tersenyum lalu berdiri. Saya tersipu malu kemudian saya bergegas memakai baju berenang dan kami berdua menyusul kedua teman yang sudah berenang. Di malam hari selesai makan malam, kami berempat nonton TV di kamar Vera. Oiya, orang tua Vera sedang keluar negeri sedangkan kakak Vera lagi keluar kota karenanya rumah Vera kosong. Setelah bosan menonton TV, kami menggosipkan orang-orang di sekolah. Pembicaraan kami ngalor-ngidul hingga Vera membuat topik baru dengan siapa kita mau bersetubuh di sekolah. Angki dan Nia sudah tidak perawan sejak SMP. Mereka berdua menceritakan pengalaman seks mereka dan Vera juga menceritakan pengalaman seksnya, saya hanya mendengarkan kisah-kisah mereka.

“Kalau gue, gue horny liat si Ari anak kelas I-6," kata Nia.
“Iya sama dong, tetapi gue lebih horny liat si Marcel. Kayaknya kontolnya gede deh,” kata Angky.
“Terus terang ya, gue dari dulu horny banget liat si Alex. Sering banget gue bayangin kontol dia muat enggak di vagina gue. Sorry ya Vera, gue kan tau Alex cowok elo,” kata saya sambil tersenyum.
“Hahaha, nggak apa-apa lagi. Banyak kok yang horny liat dia. Si Angky dan Nia juga horny,” kata Vera.

Kami berempat lalu tertawa bersama-sama. Di hari Senin setelah pulang sekolah, Vera menarik tangan saya.

“Eh Dinda, beneran nih elo sering mikirin Alex?”
“Iya sih, kenapa? Nggak apa-apa kan gue ngomong gitu?” tanya saya.
“Nggak apa-apa kok. Gue orangnya nyantai aja,” kata Vera.
“Pernah kepikiran enggak mau ML?” Vera kembali bertanya.
“Hah? Dengan siapa?” tanya saya terheran-heran.
“Dengan Alex. Semalam gue cerita ke Alex dan Alex mau aja ML dengan kamu.”
“Ah gila loe Vera,” jawab saya.
“Mau enggak?” desak Vera.
“Terus kamu sendiri gimana?” tanya saya dengan heran.
“Saya sih cuek aja. Kalo bisa bikin teman senang, kenapa enggak?” kata Vera.
“Ya boleh aja deh,” kata saya dengan deg-degan.
“Mau sekarang di rumahku?” kata Vera.
“Boleh.”

Saya naik mobil Vera dan kami berdua langsung meluncur ke Pondok Indah. Setiba di sana, saya mandi di kamar mandi karena panas sekali. Sambil mandi, perasaan saya antara tegang, senang, merinding. Semua bercampur aduk. Selesai mandi, saya keluar kamar mandi mengenakan BH dan celana dalam. Saya pikir tidak ada orang di kamar.

Saya duduk di meja rias sambil menyisir rambutku yang panjang. Tiba-tiba saya kaget karena Vera dan Alex muncul dari balkon kamar Vera. Rupanya mereka berdua sedang menunggu saya sambil mengobrol di balkon.

“Halo Dinda,” kata Alex sambil tersenyum.

Saya membalas tersenyum lalu berdiri. Alex memperhatikan tubuhku yang hanya ditutupi BH dan celana dalam. Tubuh Alex sendiri tinggi dan tegap. Alex masih campuran Belanda Manado sehingga terlihat sangat tampan.

“Hayo, langsung aja. Jangan grogi,” kata Vera bagaikan germo.

Alex lalu menghampiriku kemudian ia mencium bibirku. Inilah pertama kali saya dicium di bibir. Perasaan hangat dan getaran menyelimuti seluruh tubuhku. Saya membalas ciuman Alex dan kami berciuman saling berangkulan. Saya melirik ke Vera dan saya melihat Vera sedang mengganti baju seragamnya ke daster. Alex mulai meremas-remas payudaraku yang berukuran 34C.

Saya membuka BH-ku sehingga Alex dengan mudah dapat meremas seluruh payudara. Tangan kirinya diselipkan ke dalam celana dalamku lalu vaginaku yang tidak ditutupi sehelai rambut mulai ia usap dengan perlahan. Saya menggelinjang merasakan jari jemari Alex di selangkanganku. Alex lalu mengangkat tubuhku dan dibaringkan ke tempat tidur.

Alex membuka baju seragam SMA-nya sampai ia telanjang bulat di hadapanku. Mulut saya terbuka lebar melihat kontol Alex yang besar. Selama ini saya membayangkan kontol Alex dan sekarang saya melihat dengan mata kepala sendiri kontol Alex yang berdiri tegak di depan mukaku. Alex menyodorkan kontolnya ke muka saya. Saya langsung menyambutnya dan mulai mengulum kontolnya. Rasanya tidak mungkin muat seluruh kontolnya dalam mulutku tetapi saya mencoba sebisaku menghisap seluruh batang kontol itu.

Saya merasakan tangan Alex kembali memainkan vaginaku. Gairah saya mulai memuncak dan hisapanku semakin kencang. Saya melirik Alex dan kulihat ia memejamkan matanya menikmati kontolnya dihisap. Saya melirik ke Vera dan Vera ternyata tidak mengenakan baju sama sekali dan ia sudah duduk di tempat tidur. Alex lalu membalikkan tubuhku sehingga saya dalam posisi menungging.

Saya agak bingung karena melihat Vera bersimpuh di belakang saya. Ah ternyata Vera kembali menjilat vagina saya. Nafas saya memburu dengan keras menikmati jilatan Vera di kemaluan saya. Di sebelah kanan saya ada sebuah kaca besar dipaku ke dinding. Saya melirik ke arah kaca itu dan saya melihat si Alex yang sedang menyetubuhi Vera dalam posisi doggy style sedangkan Vera sendiri dalam keadaan disetubuhi sedang menikmati vaginaku.

Wah ini pertama kali saya melihat ini. Saya melihat wajah Alex yang ganteng sedang sibuk ngentot dengan Vera. Gairah wajah Alex membuat saya semakin horny. Sekali-kali lidah Vera menjilat anus saya dan kepalanya terbentur-bentur ke pantat saya karena tekanan dari tubuh Alex ke tubuh Vera. Tidak berapa lama, Alex menjerit dengan keras sedangkan Vera tubuhnya mengejang. Saya melihat kontol Alex dikeluarkan dari vagina Vera. Air maninya tumpah ke pinggir tempat tidur.

Alex terlihat terengah-engah tetapi matanya langsung tertuju ke vagina saya. Bagaikan sapi yang akan dipotong, Alex dengan mata liar mendorong Vera ke samping lalu ia menghampiri diriku.

Alex mengarahkan kontolnya yang masih berdiri ke vaginaku. Saya sudah sering mendengar pertama kali seks akan sakit dan saya mulai merasakannya. Saya memejamkan mata dengan erat merasakan kontol Alex masuk ke vaginaku. Saya menjerit menahan perih saat kontol Alex yang besar mencoba memasuki vaginaku yang masih sempit. Vera meremas lenganku untuk membantu menahan sakit.

“Aduh, tunggu dong, sakit nih,” keluh saya.

Alex mengeluarkan sebentar kontolnya kemudian kembali ia masukkan ke vaginaku. Kali ini rasa sakitnya perlahan-lahan menghilang dan mulai berganti menjadi nikmat. Oh ini yang namanya kenikmatan surgawi pikir saya dalam hati. Kontol Alex terasa seperti memenuhi seluruh vaginaku. Dalam posisi nungging, saya merasakan energi Alex yang sangat besar. Saya mencoba mengimbangi gerakan tubuh Alex sambil menggerakkan tubuhku maju mundur tetapi Alex menampar pantatku.

“Kamu diam aja, enggak usah bergerak,” katanya dengan galak.
“Jangan galak-galak dong, takut nih Dinda,” kata Vera sambil tertawa. Saya ikut tertawa.

Vera berbaring di sebelahku kemudian ia mendekatkan wajahnya ke diriku lalu ia mencium bibirku! Wah, bertubi-tubi perasaan menyerang diriku. Saya benar-benar merasakan semua perasaan seks dengan pria dan wanita dalam satu hari. Awalnya saya membiarkan Vera menjilat bibirku tetapi lama kelamaan saya mulai membuka mulutku dan lidah kami saling beradu.

Saya merasakan tangan Alex yang kekar meremas-remas payudaraku sedangkan tangan Vera membelai rambutku. Saya tak ingin ketinggalan, saya mulai ikut meremas payudara Vera yang saya taksir berukuran 32C. Kurang lebih lima menit kami bertiga saling memberi kenikmatan duniawi sampai Alex mencapai puncak dan ia ejakulasi. Saya sendiri merasa sudah orgasme kurang lebih 4 kali. Alex mengeluarkan kontolnya dari vaginaku dan Vera langsung menghisap kontolnya dan menelan semua air mani dari kontol Alex.

Saya melihat Alex meraih kantong celananya dan mengambil sesuatu seperti obat. Ia menelan obat itu dengan segelas air di meja rias Vera. Saya melihat kontol Alex yang masih berdiri tegak.

Dalam hati saya bertanya-tanya bukankah setiap kali pria ejakulasi pasti kontolnya akan lemas? Kenapa Alex tidak lemas-lemas? Belakangan saya tau ternyata Alex memakan semacam obat yang dapat membuat kontolnya terus tegang.

Setelah minum obat, Alex menyuruh Vera berbaring di tepi tempat tidur lalu Alex kembali ngentot dengan Vera dalam posisi missionary. Vera memanggil saya lalu saya diminta berbaring di atas tubuh Vera. Dengan terheran-heran saya ikuti kemauan Vera.

Saya menindih tubuh Vera tetapi karena kaki Vera sedang ngangkang karena dalam posisi ngentot, terpaksa kaki saya bersimpuh di sebelah kiri dan kanan Vera. Saya langsung mencium Vera dan Vera melingkarkan lengannya ke tubuhku dan kami berdua berciuman dengan mesra. Saya merasakan tangan Alex menggerayangi seluruh pantatku.

Ia membuka belahan pantatku dan saya merasakan jarinya memainkan anusku.

Saya menggumam saat jarinya mencoba disodok ke anusku tetapi Alex tidak melanjutkan. Beberapa menit kemudian, Vera menjerit dengan keras. Tubuhnya mengejang saat air mani Alex kembali tumpah dalam vaginanya. Saya mencoba turun dari pelukan Vera tetapi Vera memeluk tubuhku dengan keras sehingga saya tidak bisa bergerak. Tak disangka, Alex kembali menyodorkan kontolnya ke vaginaku.
Saya yang dalam posisi nungging di atas tubuh Vera tidak bisa menolak menerima kontol Alex.

Alex kembali memompakan kontolnya dalam vaginaku. Saya sebenarnya sudah lemas dan akhirnya saya pasrah saja disetubuhi Alex dengan liar. Tetapi dalam hatiku saya senang sekali dientot. Berkali-kali kontol Alex keluar masuk dalam vaginaku sedangkan Vera terus menerus mencium bibirku.

Kali ini saya rasa tidak sampai 3 menit Alex ngentot dengan saya, saya merasakan cairan hangat dari kontol Alex memenuhi vaginaku dan Alex berseru dengan keras merasakan kenikmatan yang ia peroleh. Saya sendiri melenguh dengan keras. Seluruh otot vaginaku rasanya seperti mengejang. Saya cengkeram tubuh Vera dengan keras menikmati rasa sensual dalam diriku.

Alex lalu dalam keadaan lunglai membaringkan dirinya ke tempat tidur. Vera menyambutnya sambil mencium bibirnya. Mereka berdua saling berciuman. Saya berbaring di sebelah kiri Alex sedangkan Vera di sebelah kanannya. Kami bertiga tertidur sampai jam 5 sore. Setelah itu, saya diantar pulang oleh Vera.

Itu adalah pengalaman seksku yang sangat berkesan. Bertahun-tahun kemudian saya sering horny tetapi saya harus memendam perasaan itu karena belum tahu cara melampiaskannya. Dan sekarang saya merasa senang sekali karena akhirnya bisa merasakan kenikmatan bersetubuh baik dengan pria maupun wanita. Masing-masing ternyata mempunyai kenikmatan tersendiri.

Sumber : Perawanku Hilang Tapi Aku Menikmati Acara Ngentot Threesome Ini

Print this item

  Atas Pertolongannya Kurelakan Tubuhku Kepada ABG Perjaka Ini
Posted by: ceritabecek - 07-18-2018, 06:28 AM - Forum: Cerita Dewasa - No Replies

Atas Pertolongannya Kurelakan Tubuhku Kepada ABG Perjaka Ini - Cerita Becek.

[Image: Atas-Pertolongannya-Kurelakan-Tubuhku-Ke...ka-Ini.jpg]

Nana, 29 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak berusia 3 dan 5 tahun. Suaminya, Herman, 36 tahun, adalah karyawan dari salah satu perusahaan swasta besar di Bandung. Perawakan Nana sebetulnya biasa saja seperti kebanyakan. Yang membuatnya menarik adalah bentuk tubuhnya yang sangat terawat. Buah dadanya tidak terlalu besar, tapi enak untuk dipandang, sesuai dengan pinggangnya yang ramping dan pinggulnya yang bulat.

Kehidupan rumah tangga mereka sangat harmonis. Dengan 2 anak yang sedang lucu-lucunya, ditambah dengan posisi Herman yang cukup tinggi di perusahaannya, membuat mereka menjadi keluarga yang cukup dihormati di lingkungan kompleks mereka tinggal. Nana pada dasarnya adalah istri yang sangat setia kepada suaminya. Tidak pernah ada niat berkhianat kepada Herman dalam hati Nana, karena dia sangat mencintai suaminya. Tapi ada satu peristiwa yang menjadi awal berubahnya cara berpikir Nana tentang cinta.

Suatu siang, Nana sedang mengasuh anaknya di depan rumah. Dikarenakan kedua anaknya waktu itu berlari jauh dari rumah, maka Nana langsung mengejar mereka. Tapi tanpa disengaja, kakinya menginjak sesuatu sampai akhirnya Nana terjatuh. Lututnya memar, sedikit mengeluarkan darah. Nana langsung berjongkok dan meringis menahan sakit. Pada waktu itu, Surya, anak tetangga depan rumah Nana kebetulan lewat mau pulang ke rumahnya. Ketika melihat Nana sedang jongkok sambil meringis memegang lututnya, Surya langsung lari ke arah Nana.

“Kenapa tante?” tanya Surya.
“Aduh, lutut saya luka karena jatuh, Sur,” ujar Nana sambil meringis.
“Bantu saya berdiri, Sur,” kata Nana.
“Iya tante,” kata Surya sambil memegang tangan Nana dan dibimbingnya berdiri.
“Sur, tolong bawa anak-anak saya kemari. Anterin ke rumah saya, ya,” kata Nana.
“Iya tante,” kata Surya sambil segera menghampiri anak-anak Nana.

Sementara Nana segera pulang ke rumahnya sambil tertatih-tatih. Waktu Surya mengantarkan anak-anak Nana ke rumahnya, Nana sedang duduk di kursi depan sambil memegangi lututnya.

“Ada obat merah tidak, tante?” tanya Surya.
“Ada di dalam, Sur,” kata Nana.
“Kita ke dalam saja,” kata Nana lagi sambil bangkit dan tertatih-tatih masuk ke dalam rumah.

Surya dan anak-anaknya mengikuti dari belakang.

“Ma, Dono ngantuk,” kata anaknya kepada Nana.
“Tunggu sebentar ya, Sur. Saya mau antar mereka dulu ke kamar. Sudah waktunya anak-anak tidur siang,” kata Nana sambil bangkit dan tertatih-tatih mengantar anak-anaknya ke kamar tidur.

Setelah mengantar mereka tidur, Nana kembali ke tengah rumah.

“Mana obat merahnya, tante?” tanya Surya.
“Di atas sana, Sur,” kata Nana sambil menunjuk kotak obat.

Surya segera bangkit dan menuju kotak obat untuk mengambil obat merah dan kapas. Tak lama Surya segera kembali dan mulai mengobati lutut Nana.

“Maaf ya, tante. Saya lancang,” kata Surya.
“Tidak apa-apa kok, Sur. Tante senang ada yang menolong,” kata Nana sambil tersenyum.

Surya memegang lutut Nana dan mulai memberikan obat merah pada lukanya.

“Aduh, perih...” kata Nana sambil agak menggerakkan lututnya.

Secara bersamaan, rok Nana agak tersingkap sehingga sebagian paha mulusnya nampak di depan mata Surya. Surya terkesiap melihatnya. Tapi Surya pura-pura tak melihatnya. Tapi tetap saja paha mulus Nana menggoda mata Surya untuk melirik walau kadang-kadang. Hati Surya agak berdebar. Biasanya dia hanya bisa melihat dari kejauhan saja lekuk-lekuk tubuh Nana. Atau kadang-kadang hanya kebetulan saja melihat Nana memakai celana pendek.

Surya biasanya hanya bisa membayangkan saja tubuh Nana sambil onani. Tapi kini, di depan mata sendiri, paha mulus Nana sangat jelas terlihat. Nana sepertinya sadar kalau mata Surya sesekali melirik ke arah pahanya. Segera Nana merapikan duduknya dan juga menutup pahanya. Surya sepertinya terkesima dengan sikap Nana tersebut. Surya menjadi malu sendiri.

“Sudah saya berikan obat merah, tante,” kata Surya.
“Iya, terima kasih,” kata Nana sambil tersenyum.
“Sekarang sudah mulai tidak terasa sakit lagi,” ujar Nana lagi sambil tetap tersenyum.

Surya, 16 tahun, adalah anak tetangga depan rumah Nana. Masih duduk di bangku SMK kelas 1. Seperti kebanyakan anak laki-laki tanggung lainnya, Surya adalah sosok anak laki-laki yang sudah mulai mengalami masa puber.

“Kenapa kamu nunduk terus, Sur?” tanya Nana.
“Tidak apa-apa, tante,” ujar Surya sambil sekilas menatap mata Nana lalu menunduk lagi sambil tersenyum malu.
“Ayo, ada apa?” tanya Nana lagi sambil tersenyum.
“Anu, tante... Maaf, mungkin tadi sempat marah karena tadi saya sempat melihat secara tidak sengaja...” kata Surya sambil tetap menunduk.
“Lihat apa?” tanya Nana pura-pura tidak mengerti.
“Lihat.. Mm.. Lihat ini tante,” kata Surya sambil tangannya mengusap-ngusap pahanya sendiri. Nana tersenyum mendengarnya.
“Tidak apa-apa kok, Wan,” kata Nana.
“Kan hanya melihat.. Bukan memegang,” kata Nana lagi sambil tetap tersenyum.
“Lagian, saya tidak keberatan kok kamu melihat paha tante tadi,” kata Nana lagi sambil tetap tersenyum.
“Kamu kan tadi sedang menolong saya memberikan obat,” kata Nana.
“Benar tante tidak marah?” tanya Surya sambil menatap Nana.

Nana menggelengkan kepalanya sambil tetap tersenyum. Surya pun jadi ikut tersenyum.

“Tante sangat cantik kalau tersenyum,” kata Surya mulai berani.
“Ihh, kamu tuh masih kecil sudah pintar merayu...” kata Nana.
“Saya berkata jujur loh, tante,” kata Surya lagi.
“Kamu sudah makan, Sur?” tanya Nana.
“Belum tante. Saya pulang dari rumah teman tadi belum makan,” kata Surya.
“Makan di sini saja, ya.. Temani saya makan siang,” ajak Nana.
“Baik tante, terima kasih,” kata Surya.

Mereka menikmati makan siang di meja makan bulat kecil. Ketika sedang menikmati makan, tanpa sengaja kaki Surya menyentuh kaki Nana. Surya kaget, lalu segera menarik kakinya.

“Maaf tante, saya tidak sengaja,” kata Surya.
“Tidak apa-apa kok, Sur...” kata Nana sambil matanya nenatap Surya dengan pandangan yang berbeda.

Ketika kaki Surya menyentuh kakinya, seperti terasa ada sesuatu yang berdesir dari kaki yang tersentuh sampai ke hati. Nana merasakan sesuatu yang lain akan kejadian tak sengaja itu. Tiba-tiba Nana merasakan ada sesuatu keinginan tertentu muncul yang membuat perasaannya tidak menentu. Sentuhan kaki Surya terasa begitu hangat dan membangkitkan suatu perasaan aneh.

“Kamu sudah punya pacar, Sur?” tanya Nana sambil menatap Surya.
“Belum tante,” kata Surya sambil tersenyum.
“Lagian saya tidak tahu caranya mendapatkan perempuan,” ujar Surya lagi sambil tetap tersenyum. Nana pun ikut tersenyum.
“Pernah tidak kamu punya keinginan tertentu terhadap perempuan?” tanya Nana lagi.
“Keinginan apa tante?” tanya Surya. Nana tersenyum.
“Kita habiskan dulu makannya. Nanti kita bicara...” kata Nana.

Selesai makan, mereka duduk-duduk di ruang tengah.

“Kamu ada sesuatu yang harus diselesaikan di rumah tidak saat ini?” tanya Nana.
“Tidak ada, tante,” kata Surya.
“Tadi tante mau tanya apa?” kata Surya penasaran.
“Begini, apakah kamu suka kepada wanita tertentu? Maksud saya suka kepada tubuh wanita?” tanya Nana.
“Kita bicara jujur saja, ya.. Saya tidak akan bicara pada siapa-siapa kok,” kata Nana lagi.
“Kamu juga mau kan jaga rahasia pembicaraan kita?” kata Nana lagi.
“Iya, tante,” kata Surya.
“Kalau begitu jawablah pertanyaan tante tadi...” kata Nana sambil tersenyum.
“Ya, saya suka melihat perempuan yang tubuhnya bagus. Saya juga suka tante karena tante cantik dan tubuhnya bagus,” kata Surya tanpa ragu.
“Maksudnya tubuh bagus apa,” tanya Nana lagi. Surya agak ragu untuk menjawab.
“Ayolah...” kata Nana sambil memegang tangan Surya. Tangan Surya bergetar. Nana tersenyum.
“Mm.. Saya pernah.. Pernah lihat majalah Playboy, juga.. Juga.. Juga saya pernah lihat VCD porno.. Mm.. Mm.. Saya lihat banyak perempuan tubuhnya bagus...” kata Surya dengan nafas tersendat.
“Oh, ya? Di VCD itu kamu lihat apa saja,” kata Nana pura-pura tidak tahu, sambil terus menggenggam tangan Surya yang terus gemetar.
“Mm.. Lihat orang sedang begituan...” kata Surya.
“Begituan apa?” tanya Nana lagi.
“Ya, lihat orang sedang bersetubuh...” kata Surya.

Nana kembali tersenyum, tapi dengan nafas yang agak memburu menahan sesuatu di dadanya.

“Kamu suka tidak film begitu?” tanya Nana.
“Iya suka, tante?” kata Surya sambil menunduk.
“Mau coba seperti di film, tidak?” kata Nana.

Surya diam sambil tetap menunduk. Tangannya semakin gemetar. Nana mendekatkan tubuhnya ke tubuh Surya. Wajahnya didekatkan ke wajah Surya.

“Mau tidak?” tanya Nana setengah berbisik.

Surya tetap diam dan gemetar. Wajahnya agak tertunduk. Nana membelai pipi anak tanggung tersebut. Lalu diciumnya pipi Surya. Surya tetap diam dan makin gemetar. Nana terus menciumi wajah Surya, lalu akhirnya dilumatnya bibir Surya. Lama-lama Surya mulai terangsang nafsunya. Dengan pasti dibalasnya ciuman Nana.

“Masukkan tangan kamu ke sini...” kata Nana dengan nafas memburu sambil memegang tangan Surya dan mengarahkannya ke dalam baju Nana.
“Masukkan tangan kamu ke dalam BH saya, Sur.. Pegang buah dada saya,” kata Nana sambil tangannya meremas kontol Surya dari luar celana.

Sementara tangan Surya sudah masuk ke dalam BH Nana dan mulai meremas-remas buah dada Nana.

“Mmhh.. Terus sayang...” kata Nana.
“Tangan saya pegal, tante...” kata Surya polos.
“Uhh.. Kita pindah ke kamar, yuk...” ajak Nana sambil menarik tangan Surya.

Sesampainya di dalam kamar.
“Buka pakaian kamu, Sur...” ujar Nana sembari melepas seluruh pakaiannya sendiri.
“Iya, tante...” kata Surya.

Nana setelah melepas seluruh pakaiannya, segera naik dan telentang di tempat tidur. Surya terkesima melihat tubuh telanjang Nana. Seumur-umur Surya, baru kali ini dia melihat tubuh telanjang wanita di depan mata. Apalagi wanita tersebut adalah wanita yang sering dibayangkannya bila onani. Kontol Surya langsung tegang dan tegak.

“Naik sini, Sur...” kata Nana.
“Iya, tante...” kata Surya.
“Sini naik ke atas tubuh saya...” kata Nana sambil mengangkangkan pahanya.

Surya segera menaiki tubuh telanjang Nana. Nana langsung melumat bibir Surya dan Surya langsung membalasnya dengan hebat. Sementara satu tangan Surya meremas buah dada Nana yang tidak terlalu besar. Sementara kontol Surya sesekali mengenai belahan memek Nana.

“Ohh.. Mmhh.. Terus remas.. Terus…” desah Nana sambil memegang tangan Surya yang sedang meremas buah dadanya, dan tangan mereka bersamaan meremas buah dadanya.
“Ohh.. Sshh...” kata Nana. Surya pun dengan bernafsu terus meremas dan menciumi serta menjilati buah dada Nana.
“Sur, jilati memek ya, sayang...” pinta Nana.
“Tapi saya tidak tahu caranya, tante,” kata Surya polos.

“Sekarang dekatkan saja wajah kamu ke memek, lalu kamu jilati belahannya...” kata Nana setengah memaksa dengan menekan kepala Surya ke arah memeknya.

Surya langsung menuruti permintaan Nana. Dijilatinya belahan memek Nana sampai tubuh Nana mengejang menahan nikmat.

“Ohh.. Mm.. Ohh.. Terus jilat, sayang...” desah Nana sambil meremas kepala Surya.
“Sur, kamu jilati bagian atas sini...” kata Nana sambil jarinya mengelus kelentitnya.

Lalu lidah Surya menjilati habis kelentit Nana. Nana kembali menggelepar merasakan nikmat yang teramat sangat.

“Teruss.. Sshh.. Ohh...” desah Nana sambil badannya semakin mengejang.

Pahanya rapat menjepit kepala Surya. Sementara tangannya semakin menekan kepala Surya ke memeknya. Tak lama kemudian.

“Ohh....” desah Nana panjang. Nana orgasme.
“Sudah, Sur.. Naik sini,” kata Nana.

Surya lalu menaiki tubuh Nana. Nana lalu mengelap mulut Surya yang basah oleh cairan memeknya. Nana tersenyum, lalu mengecup bibir Surya.

“Mau tidak kontol kamu saya hisap,” kata Nana.
“Mau tante,” kata Surya bersemangat.
“Bangkitlah.. Sinikan kontol kamu,” kata Nana sambil tangannya meraih kontol Surya yang tegang dan tegak.

Surya lalu mengangkangi wajah Nana. Nana segera mengulum kontol Surya. Tidak hanya itu, kontol Surya lalu dijilat, dihisap, lalu dikocoknya silih berganti. Surya tubuhnya mengejang menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Tangannya berpegangan pada pinggiran ranjang.

“Ohh.. Tantee.. Enaakk...” jerit kecil Surya sambil memompa kontolnya di mulut Nana.
“Masukkin ke memek, ya sayang...” kata Nana setelah dia beberapa lama menghisap kontol Surya.

Surya lalu mengangkangi Nana. Sementara tangan Nana memegang dan membimbing kontol Surya ke lubang memeknya.

“Ayo tekan sedikit, sayang...” kata Nana.

Surya berusaha menekan kontolnya ke lubang memek Nana sampai akhirnya.. Bless.. Bless.. Bless.. Kontol Surya berhasil masuk dan mulai memompa memek Nana. Surya merasakan suatu kenikmatan yang tiada tara pada batang kontolnya.

“Bagaimana rasanya, Sur?” tanya Nana sambil tersenyum dan menggoyang pantatnya.
“Ohh.. Sangat enakk, tanttee...” kata Surya tersendat sambil memompa kontolnya keluar masuk memek Nana.

Nana tersenyum. Setelah beberapa lama memompa kontolnya, tiba-tiba tubuh Surya mengejang. Gerakannya makin cepat. Nana karena sudah mengerti langsung meremas pantat Surya dan menekankannya ke memeknya. Tak lama kemudian.. Crott.. Croott.. Croott.. Croott..

“Ohh.. Hohh...” desah Surya. Tubuhnya lemas dan lunglai di atas tubuh Nana.
“Udah keluar? Bagaimana rasanya?” tanya tante Nana sambil memeluk Surya.
“Sangat enak, tante...” kata Surya.

Sejak saat itu, Surya sering datang ke rumah Tante Nana jika sedang sepi dan minta jatah lagi.

Sumber : Atas Pertolongannya Kurelakan Tubuhku Kepada ABG Perjaka Ini

Print this item

  ITUCAPSA - Agen Judi Poker DominoQQ Capsa Susun Bandar Ceme Online Terbaik Terpercaya
Posted by: kartikalw - 07-17-2018, 11:56 AM - Forum: Agen Togel - No Replies

[Image: itucapsa-bandar-capsa-domino99-ceme-terp...esia-1.jpg]

ItuCapsa merupakan agen judi poker online uang asli terpercaya yang menyediakan permainan terlengkap yakni : Game poker online, domino qq / qiu qiu, capsa susun, ceme keliling, bandar ceme, dominobet, samgong dan casino war dalam 1 akun permainan

Terbukti itucapsa merupakan agen paling jujur dan sportif dalam dunia perjudian online!

Dilengkapi fasilitas pelayanan online 24jam non stop dan dengan customer service yang sangat ramah yang juga siap menerima keluhan Anda setiap saat akan membuat Anda semakin nyaman dan betah dalam mengikuti setiap permainan yang tersedia didalamnya.

itucapsa dinobatkan sebagai agen judi online dengan persentase kemenangan member terbesar dan terbaik selama 2 tahun berturut-turut.

ITUCAPSA.COM AGEN JUDI POKER DOMINOQQ CAPSA SUSUN BANDAR CEME ONLINE TERBAIK INDONESIA

ITUCAPSA

==> BONUS 5 RIBU SETIAP HARI <==

==> BONUS CASHBACK TERTINGGI DAN TANPA SYARAT <==
Bonus Cashback akan otomatis dimasukkan ke dalam user ID setiap minggunya

==> 100% TANPA BOT dan TANPA ADMIN YANG BERMAIN <==
Sistem permainan yang transparan dan termonitor setiap saat membuat kami berani jamin akan keamanan setiap member kami

==> MINIMAL DEPOSIT 25RB DAN WITHDRAWAL 25RB <==

==> BONUS REFERRAL TERTINGGI <==
Bonus referal tertinggi dan paling berani diantara agen judi yang ada saat ini

==> JACKPOT RATUSAN JUTA RUPIAH <==

==> KENYAMANAN TRANSAKSI <==
Transaksi dapat dilakukan melalui :
Bank BCA, MANDIRI, BNI, BRI
Transaksi dapat dilakukan 24 Jam, sesuai jadwal Online Bank yang bersangkutan.

Untuk Info Pendaftaran, silakan kunjungi :
ITUCAPSA.COM
BBM : dcd508f3
Line : ITUCAPSA
Whatsapp : +855712346048

[Image: itucapsa-bandar-capsa-domino99-ceme-terp...esia-5.jpg]

[Image: itucapsa-bandar-capsa-domino99-ceme-terp...esia-4.jpg]

Print this item

  Agen Inicasino | Agen Casino Sbobet Bola Terbaik dan Terpercaya
Posted by: Indah75 - 07-17-2018, 06:18 AM - Forum: Agen Bola - Replies (3)

[Image: TxCEf6e.jpg]

Segera bergabung bersama kami !
- Hanya dengan MINIMAL DEPOSIT & WITHDRAW Rp. 50.000,-
- Di dukung dengan 7 BANK BESAR ! (BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon, Permata, & CIMB NIAGA) ! 
- Pelayanan NONSTOP 24 JAM !
- Di dukung dengan kemudahan bermain di ANDROID DAN IOS/APPLE !
- TANPA ADA BOT 100% !
- Berbagai jenis bonus Rollingan CASINO mulai dari 1% - 1,25% (Setiap Minggunya)!
- Rollingan Sportsbook 0,25% ! (Setiap Minggunya)
- Bonus CASHBACK GG GAMING 5% !!


Dengan Pelayanan Terbaik !

Yahoo Messenger      : inicasino
BBM Messenger        : D6141D25
LINE Messenger       : inicasino
WECHAT Messenger     : inicasino
SMS / Call Center    : +855 893 542 48

Dan tentunya dengan berbagai jenis GAMES dan PROMO yang ditawarkan tidak ada habisnya !

- Sportsbook ( SBOBET, MAXBET, M8BET, TBSBET, 368BETSPORT )
- Casino ( SBOBET LIVE CASINO 338A, MAXBET CASINO, GD88, 1SCASINO, CBO855, ASIA-855, 
                 ORIENTAL CASINO, ION CASINO, CALIBET, 368BET, 3WIN8, GOLDEN ASIA )

- Slot Game ( INDOACE, PLAY1628 )
- Shooting Fish ( GLOBAL GAMING )
- Sabong Ayam ( S1288, INDO JAGO )

[Image: 3cXXx1o.gif]

Jika anda mengalami masalah dalam mengakses website utama kami, kami telah menyediakan website alternatif yang bisa anda  gunakan:

www.inicasino.com | www.inicasino.net | www.inicasino.info | www.inicasino.org

Print this item

  POV Mahasiswi IGO Toket Gede
Posted by: ceritabecek - 07-11-2018, 05:15 AM - Forum: Bokep IGO - No Replies

POV Mahasiswi IGO Toket Gede - Cerita Becek.

[Image: 5b452e69efa17.jpg]

Print this item

  Janda IGO Manis Bening Berenang Telanjang
Posted by: ceritabecek - 07-11-2018, 05:01 AM - Forum: Bokep IGO - No Replies

Janda IGO Manis Bening Berenang Telanjang - Cerita Becek.

[Image: 5b452c00721da.jpg]

Print this item

  Mahasiswi IGO Toge Kobel Memek Jembut Tipis
Posted by: ceritabecek - 07-10-2018, 10:26 PM - Forum: Bokep IGO - No Replies

Mahasiswi IGO Toge Kobel Memek Jembut Tipis - Cerita Becek.

[Image: 5b44cef811587.jpg]

Print this item

  iniMaster - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi
Posted by: inimaster - 07-08-2018, 07:09 AM - Forum: Agen Poker - No Replies

[Image: MuelSS1.jpg]

Akun Anda di http://www.IniMaster.com Kami memberikan Pelayanan Tercepat dan Terbaik Didukung dengan Sistem Terbaru dan Tim Profesional serta.Kemudahan Bertransaksi dengan 7 Bank Lokal Indonesia. (BCA, BNI, BRI, MANDIRI, DANAMON, CIMB NIAGA, PERMATA )
Minimal deposit 50.000,-
Minimal Withdraw 100.000,-
Support 7 Bank BCA,MANDIRI,BNI,BRI.DANAMON,CIMB NIAGA,PERMATA
Silahkan Hubungi Kami:
Kontak IniMaster : 
BBM : D88CBC90
WECHAT : inimaster
WHATSAPP : +85585754973
LINE : inimaster

Print this item